Tanggal Rilis : 8 September 2010 (Indonesia)
Jenis Film : Biography | Drama
Diperankan Oleh : Lukman Sardi, Zaskia Adya Mecca and Slamet Rahardjo
Ringkasan Cerita FILM SANG PENCERAH (2010) :
Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Ihsan Taroreh) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah /sesat.
Melalui Langgar/Surau nya, Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.
Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.
Berawal dari sebuah penangkapan oleh KPK yang mengakibatkan penahanan seorang pemimpin partai politik yang maju sebagai calon presiden. Akhirnya mereka memutuskan mencari orang yang bisa dijadikan boneka dengan kriteria yang kacangan dan tidak masuk akal mereka mencari pemimpin yang bisa menjadi tumbal dan hanya sebagai alat mereka mencari keuntungan dengan kriteria lugu. Sampai mereka menemukan seorang staf administrasi kantor yang lugu dan mau diangkat sebagai karyawan di kantor tersebut dengan gaji 2 juta lima ratus, dia sangat bahagia sekali, dengan tugas yang sangat mudah.
Masalah muncul saat perasaan dan kata hati mulai bertanya, benarkah apa yang dia lakukan, karena dia melihat secara terang-terangan kejahatan yang di lakukan sama teman-temannya di partai. Akhirnya si jujur menang, namun ada ancaman pada saat ingin dilantik menjadi presiden. Kejujuran tidak pernah benar dalam berpolitik, karena politik tidak pernah mau jujur.
Nikita (Olivia Lubis Jensen) berfikir bahwa ayah nya telah meninggal.Nikita yang hanya tinggal berdua dengan sang ibu, Lintang (Wulan Guritno). Tanpa sengaja, menemukan kenyataan ayahnya, Tommy (Ferdy Element) ternyata masih hidup. Tommy ber profesi sebagai seorang bintang rock, yang kehidupannya kurang teratur, urakan dan senang 'main' perempuan. Angel (Julia Perez) adalah salah satu korban 'permainan' Tommy. Nikita yang merindukan sosok ayah
akhirnya dapat terpenuhi. Lintang yang harus berangkat ke luar negeri, akhirnya dengan terpaksa menitipkan Nikita pada Tommy. Di sinilah awal mula kisah antara ayah dan anak yang tak pernah bertemu selama belasan tahun bermula.
Tommy yang selama ini biasa bersikap seenaknya di rumahnya, namun semenjak kedatangan Nikita di rumahnya, ia harus mengubah sebagian besar kebiasaannya. Karena Nikita menerapkan beberapa aturan di rumahnya. Dari aturan berhenti merokok, minum minuman keras, hingga melarang ayahnya membawa teman wanitanya ke dalam kamar.
-------------------------------------------
Dated Released : 7 May 2009
Quality : -
Info : imdb.com/title/tt1431030
Lihat : Trailer
Starring : Ferdy Element, Wulan Guritno
Genre : Comedy | Romance
Kisah ini di mulai dari keributan kecil antara Gilang dan Angie di sebuah Bungalow, salah satu obyek wisata di Bali. Hingga berdampak pada orang tua mereka saling bermusuhan di karenakan membela anaknya masing-masing namun dari pertengkaran itu Gilang dan Angie menjadi akrab, pada akhirnya mereka jatuh cinta. Mereka pun membuat kesepakatan untuk bersatu kembali setelah sukses nanti.
2 tahun kemudian Gilang dan Angie tanpa sengaja bertemu kembali di Bali, dalam sebuah keributan kecil. Ternyata selama kuliah, Gilang dan Angie sama-sama mempunyai kekasih. Untuk bisa bersatu dalam pernikahan, mereka memutuskan kekasihnya masing-masing.
Akhirnya Angie memutuskan pergi ke Bali untuk menemui Gilang di rumahnya, tapi apa yang terjadi di rumah Gilang, ternyata telah berlangsung pesta pernikahan. Apakah cinta mereka bisa bersatu ?
ISTRI BOONGAN, film drama percintaan dewasa ini dibintangi aktris-aktris cantik dan seksi, Julia Perez, Jessica Iskandar, dan Fahrani. Disini Julia Perez tak ragu lagi untuk menunjukkan kemesraannya bersama pacarnya Gaston Castano, karena tanpa sungkan ia menikmati adegan ciumannya bersama sang pacar. Tentu film ini mengundang kontraversi, namun nyatanya film ini berhasil lolos LSF (Lembaga Sensor Film) dan melenggang ke banyak bioskop di Indonesia bulan Juli lalu.
Judul: ISTRI BO'ONGAN
Genre: Drama Dewasa (adult)
Sutradara : Arie Aziz
Penulis naskah: Nurmalina
Produser : Budi Mulyono, Koko Soenaryo
Produksi : Kanta Indah Film
Pemain : Fahrani, Dwi Sasono, Julia Perez, Jessica Iskandar, 703 Ricard, Tarzan Srimulat, Bari Binrang
SINOPSIS/PLOT/CERITA:
Setelah 2 tahun Arya tidak pernah pulang ke rumah orangtua di Magelang sekaligus merayakan ulangtahun pernikahan orangtua ke 30, yaitu Keluarga KOESNO. Akhirnya, Arya memutuskan untuk datang pulang dengan membawa calon istri seperti keinginan orang tua. Arya bingung karena kekasihnya, Amara adalan wanita karir yang sukses dan masalahnya, orangtua Arya selalu berpikir kalau wanita karir tidak bisa menghormati suami. Arya dan Amara mencari cara agar hubungan mereka direstui orangtua Arya. Muncullah ide mencari pacar bohongan yang dikontrak Arya. Setelah memilih sekian banyak wanita akhirnya pilihan jatuh ke FANI, seorang gadis lugu yang bekerja sebagai sales kecantikan. Arya menjanjikan uang 30juta kepada Fani jika Fani mau menjadi pacar bohongan selama sebulan. Fani menerima tawaran itu karena dia membutuhkannya untuk membayar hutang ibunya di kampung akibat penyakit yang dideritanya dan membuatnya harus berurusan dengan lintah daratMaka pergilah Arya dan Fani ke Magelang. Waktu terus berjalan, banyak hal yang sudah dilakukan Fani tapi orangtua Arya tetap tidak menggubris. Hingga suatu saat Amara datang ke Magelang, menemui Arya dan keluarganya. Arya kaget dan berusaha supaya Amara tidak buka suara. Tapi terlambat, Amara tidak tahan untuk menceritakan hubungan Arya yang sebenarnya dengan Fani dan bahwa mereka adalah kekasih yang sesungguhnya. Orangtua Arya marah, karena merasa dibohongi. Fani pun memutuskan untuk pergi. Arya baru menyadari kalau dia mencintai Fani. Arya berusaha mengejar Fani tapi terlambatApakah Arya berhasil mendapatkan Fani kembali? Bagaimana hubungan dia dengan Amara? Siapakah wanita yang dipilih orang tua Arya?
Asmara (Jamie Aditya) adalah pria yang paling beruntung. Ia menikah dengan Diana Wulandari (Luna Maya) yang selain cantik, juga merupakan anak tunggal seorang pengusaha travel kaya di Jakarta. Ia diserahi perusahaan oleh mertuanya. Warisan pun terbentang di depan mata. Kesialannya hanya satu: ia mempunyai masalah dengan kesetiaan. Asmara yang memang dasarnya pria supel dan baik, mudah menarik hati wanita.
Hingga pada suatu kali ia pun kena sialnya: bertemu dengan Diana Dwiyana (Aura Kasih) yang seksi dan mempesona.
Setelah berkencan berkali-kali, Diana Dwiyana mengaku hamil. Wanita seksi ini meminta Asmara bertanggung jawab dan segera meikahinya. Wanita ini ternyata adik dari seorang Kolonel yang tega berbuat kasar terhadap orang yang mengganggu keluarganya.
Masalah menjadi tambah besar ketika di saat yang bersamaan, istri Asmara, Diana Wulandari juga hamil. Keluarga Diana Wulandari menyambut kehamilan ini dengan suka cita. Sebagai hadiahnya Asmara dibuatkan perusahaan baru. Diana Dwiyana, selingkuh Asmara tidak sabar menunggu. Ia mengancam Asmara akan memberitahu istrinya bahwa Asmara berselingkuh dengannya.
Asmara yang panik dan takut pada Kolonel maupun mertuanya segera menyewa jasa Bakri, seorang pembunuh bayaran untuk meng'hilang'kan Diana Dwiyana....
Apakah yang akan terjadi nanti...??
Tayang
29 January 2009
Produksi
MNC Pictures in association with Winmark Pictures
Producer
Dedy Abdurachman & Erwin Arnada
Sutradara
Awi Suryadi
Cerita
Salman Aristo
Skenario
Hendrawan Wahyudiyanto
Pemain
Jamie Aditya (as Asmara)
Luna Maya (as Diana Wulandari)
Aura Kasih (as Diana Dwiyana)
Didukung oleh:
Mario Maulana
Verdi Solaiman
Jose Rizal Manua
Restu Sinaga
Tepat pada tanggal 1 Desember 2011, dimana kita semua merayakan hari AIDS sedunia, diluncurkan film Arisan! 2 yang masih bertemakan hal yang sama dengan film pertamanya yaitu persoalan segelintir masyarakat di Indonesia tentang kehidupan komunitas gay dan seks bebas.
Apa yang digambarkan dalam film tersebut merupakan potret sebenarnya masyarakat Indonesia dari kalangan minor. Keberadaan komunitas gay pun tidak bisa dielakkan begitu saja, bahkan di ibukota Jakarta sekali pun beberapa sudah berani tampil ke hadapan umum. Penulis bukan bermaksud menentang ataupun mendukung masalah ini, namun jelas dengan keberadaan komunitas gay, masalah yang paling serius adalah penularan dari IMS (Infeksi Menular Seksual) salah satunya yaitu HIV.
Film ini telah menampilkan unsur edukasi tidak hanya sekedar segelintir adegan mesra ataupun cerita yang berhubungan dengan kehidupan komunitas ini. Salah satunya adalah dengan penggunaan alat kontrasepsi kondom yang dilagakan oleh Sakti atau Tora Sudiro. Penulis menilai maksud dan tujuan film ini dibuat sedemikian bagus, sehingga tidak melupakan pesan untuk tetap melindungi diri dari bahaya HIV/AIDS.
Walaupun komunitas gay banyak dikenal sebagai pelaku seks yang promiskuitan atau multi partner, tetap mereka harus melindungi diri mereka dari penularan IMS yang salah satunya adalah HIV. Bila Anda saat ini adalah termasuk dalam komunitas gay dan aktif melakukan hubungan seks terutama yang sifatnya promiskuitas, jangan lupa untuk dengan segera melakukan konseling dan tes skrining terhadap HIV dan IMS lainnya.
TEMPO Interaktif, Jakarta: Perempuan semampai itu mendekat ke arah kandang, ke arah Dewa. Perlahan, dibukanya satu per satu kancing blusnya hingga akhirnya ia terbebas dari kungkungan. Setelah penutup dadanya tanggal, berahinya pun meledak tak terkendali. Ia lupa pada siapa atau pada apa tepatnya berahi itu disalurkan. Dewa bukanlah manusia berjenis kelamin, yang dengan gagah perkasa siap melayani libidonya. Dewa adalah seekor sapi jantan berwarna hitam pekat, satu-satunya teman yang dimiliki Betina (Kinaryosih).
Scene yang sensual itu muncul dalam film perdana Lola Amaria. Film itu, Betina, adalah film yang bercerita mengenai kehidupan orang-orang “sakit”. Betina adalah perempuan yang tumbuh dan besar di sebuah desa antah berantah. Sejak kecil, ia harus kehilangan kasih sayang ayahnya (Zairin Zain), seorang anggota militer. Gara-gara menulis buku bertajuk NKRI Bukan Tuhan, sang ayah diculik. Hingga Betina menjadi perempuan dewasa, sang ayah tak pernah diketahui rimbanya.
Tak hanya ia yang terguncang oleh kepergian sang ayah yang begitu tiba-tiba. Ibu Betina (Tutie Kirana) juga begitu terpukul hingga nalarnya ikut terguncang. Setelah kehilangan kasih sayang seorang ayah, Betina sekaligus kehilangan ibunya. Sehari-hari, pekerjaan ibu Betina hanyalah mencuci dan menyetrika seragam militer suaminya. Tak dihiraukannya sang anak yang mulai tumbuh menjadi gadis ranum.
Dunia “sakit” Betina semakin diperparah dengan perlakuan tak senonoh yang ia terima dari Juragan Ternak Sapi (Otig Pakis) dan kerabat Betina sendiri, Luta (Subur Sukirman). Namun, Betina tak pernah berkata-kata. Seluruh kesedihan dan kemarahan ia pendam begitu saja. Hingga suatu saat, panah cinta merasuk ke dalam hatinya yang telah lama beku. Sayang, sang pujaan hati adalah Penghulu Kematian (Agatsya Kandou). Artinya, hanya kematian demi kematianlah yang dapat mempertemukan Betina dengan pria itu. Bila perlu, kematian ibunya sendiri.
Tak banyak berbeda dengan dua film yang sebelumnya diproduseri Lola, Beth dan Novel tanpa Huruf R, film yang diproduksi sejak 2004 ini berusaha membawa penonton ke “dunia berbeda”. Hampir tak ada dialog dalam film berdurasi 70 menit ini. Sekiranya ada, hanyalah dialog-dialog tak penting yang tak akan membawa penonton ke mana pun.
Pengaruh sang mentor, Arya Kusumadewa, seperti diakui Lola, muncul dalam film ini. Kendati begitu, Lola berkilah, “Film ini masih ada romantisnya, sedangkan karya Arya sama sekali tidak.” Aroma surealisme pekat terasa meski Lola mengklaim film ini realis. Banyak hal dalam film ini yang tidak sejalan dengan realitas dunia sehari-hari kita, apalagi masih ditambah minimnya dialog. Bahkan, tanpa membaca sinopsis, kemungkinan besar penonton akan mengalami kesulitan memahami Betina dan pergolakan batinnya.
Setting waktu dan tempat sedari awal menjadi sebuah pertanyaan besar. Bila menyaksikan visualisasi Betina, penonton seperti dibawa mundur dengan mesin waktu. Lokasinya pun tampak antah berantah, yang diperkuat dengan simbol-simbol, seperti kuburan segi tiga yang sulit ditemukan di dunia nyata. Tapi lagu Bang Thoyibdan Only You, yang diputar radio, menjadikan film ini rancu, kapan dan di bagian negeri Indonesia manakah Betina menghirup napasnya.
Kostum juga menjadi masalah sendiri. Pakaian-pakaian Betina, meski lusuh, tampak sensual untuk ukuran seorang gadis yang tinggal di desa. Sayang sekali banyak detail yang tak tergarap rapi untuk sebuah film yang memakan masa produksi hingga dua tahun ini. Bagian terbaik dari sekian banyak kelemahan film ini di antaranya terletak pada akting Kinaryosih. Ia dengan cemerlang mampu menerjemahkan absurditas dunia Betina kepada penonton
When I saw MERANTAU last year, I was greatly impressed by its fast action and the unique style of Indonesian martial arts on display. Since then, I have been looking forward to catching some more action movies from Indonesia.
Now the good news is: while waiting for THE RAID to be completed, another Indonesian action film is due for release soon. It is called TARUNG: CITY OF DARKNESS, and judging by its trailer, it looks to be another hard-hitting action-packed movie.
Synopsis (summarised from Wikipedia): The film tells the story of true friendship of four young men, in the face of the rigors of life, problems and challenges. They are Reno, Coky, David, and Galang, who grew up together in an orphanage. Reno has just been released from prison and gets attacked by a mysterious group of people who intend to kill him. When it becomes known who is behind the attack, David, Galang and Coky decide to take on the enemy, and a fierce fight ensues.
Walaupun dipuji melambung oleh peminat-peminat industri hiburan tanahair dan mendapat sambutan hangat dengan jumlah kutipan jualan tiket mencecah RM10.01 juta sehingga 30 Disember lalu, Ombak Rindu tidak terlepas melakukan kesilapan.
Sebuah blog pengkritik filem, Goofspotonfilm.blogspot.com (Goof Spot), menyenaraikan lebih 20 kesilapan filem Ombak Rindu yang mungkin tidak disedari oleh ramai penonton filem tersebut setelah diteliti dari sudut ‘shot’, audio dan visualnya.
Antara kesilapan-kesilapan yang dikenal pasti oleh pemilik blog itu ialah mengenai arah laluan keretapi yang dinaiki Izzah untuk ke Kuala Lumpur adalah bertentangan dengan arah sebenar dan menunjukkan ia menuju ke arah Arau atau Thailand.